📰 Indonesia Jadi Negara dengan Pengguna TikTok Terbanyak? Ini Penjelasan Datanya
Jakarta — Wonogiri News
Belakangan muncul banyak laporan yang menyebutkan bahwa Indonesia kini menjadi negara dengan jumlah pengguna TikTok terbanyak di dunia. Klaim tersebut ramai dibahas di media, kampus, hingga laporan industri. Namun, angka yang digunakan masing-masing sumber ternyata berbeda. Ada yang menyebut 157 juta, ada yang bilang 108 juta, bahkan ada laporan yang mencapai 180 juta pengguna.
Supaya tidak bingung, berikut penjelasan lengkapnya.
🇮🇩 Indonesia Nomor Satu? Tergantung Datanya
Beberapa laporan internasional, termasuk yang banyak dikutip di jurnal dan media global, menempatkan Indonesia di puncak daftar pengguna TikTok.
Salah satu angka yang sering dijadikan acuan adalah data Statista (Juli 2024) yang menyebut Indonesia mencapai 157,6 juta pengguna, bahkan disebut melampaui Amerika Serikat.
Namun, laporan lain seperti DataReportal (awal 2025) menunjukkan angka berbeda:
108 juta pengguna TikTok usia 18 tahun ke atas di Indonesia.
Perbedaan ini bukan kesalahan data, tetapi karena metodenya tidak sama.
🔢 Perbandingan Data dari Tiga Sumber Besar
📌 1. Statista – Juli 2024
-
Total perkiraan pengguna: ≈157,6 juta
-
Berdasarkan kombinasi data riset industri
-
Memasukkan semua usia (13–60+)
📌 2. DataReportal – Digital 2025
-
Pengguna usia 18+ yang bisa ditarget iklan
-
Total: 108 juta
-
Tidak menghitung pengguna remaja 13–17
📌 3. Laporan lain (WorldPopulationReview & lainnya)
-
Rentang angka: 127–180 juta
-
Perbedaan dipengaruhi waktu laporan & jenis data (akun terdaftar vs pengguna aktif)
❓ Kenapa Angkanya Bisa Beda-beda? Ini Penyebabnya
1️⃣ Perbedaan definisi “pengguna”
Ada yang menghitung:
-
Semua akun terdaftar
-
Pengguna aktif bulanan
-
Jangkauan iklan usia 18+
-
Data internal TikTok
-
Survei pihak ketiga
Perbedaan ini membuat hasil bisa selisih puluhan juta.
2️⃣ Rentang usia laporan berbeda
TikTok punya banyak pengguna remaja 13–17 tahun.
DataReportal tidak memasukkan usia ini, sehingga angka mereka lebih kecil.
3️⃣ TikTok tumbuh sangat cepat
Naik turun pengguna dalam hitungan bulan bisa mencapai jutaan.
Laporan Juli 2024, awal 2025, dan akhir 2025 bisa sangat berbeda.
4️⃣ Sumber data internasional memang tidak memakai metode seragam
Statista, DataReportal, WorldPopulationReview, hingga laporan analitik lain mengambil data dari sumber yang berbeda.
Wajar jika hasilnya tidak sama.
📈 Kenapa Pengguna TikTok Sangat Banyak di Indonesia?
1. Populasi besar & internet makin terjangkau
Dengan penduduk lebih dari 270 juta, Indonesia jadi pasar besar media sosial.
2. Konten video pendek cocok dengan kebiasaan orang Indonesia
Challenge, musik, komedi, resep, hingga konten harian mudah viral.
3. TikTok Shop mengubah cara orang belanja
Live commerce membuat pengguna makin lama berada di aplikasi.
4. Kreator lokal aktif dan sangat kreatif
Banyak tren global justru berawal dari kreator Indonesia.
💼 Dampaknya bagi Bisnis, Pemerintah, dan Kreator
🔹 Bisnis & Brand
TikTok jadi salah satu platform utama untuk promosi, terutama produk UMKM dan fashion.
🔹 Pemerintah & Regulasi
Banyaknya pengguna remaja menuntut perhatian lebih soal:
-
keamanan anak,
-
privasi data,
-
konten negatif.
🔹 Kreator & UMKM
Kesempatan besar untuk menumbuhkan usaha lewat konten, live, dan TikTok Shop.
🟦 Kesimpulan: Benarkah Indonesia Nomor Satu?
Jawabannya: Bisa iya, bisa tidak — tergantung data yang dipakai.
-
Jika memakai data total pengguna (Statista)
→ Indonesia nomor satu dengan sekitar 157 juta pengguna. -
Jika memakai jangkauan iklan usia 18+ (DataReportal)
→ Angkanya berbeda, sekitar 108 juta pengguna.
Karena itu, saat mengutip angka pengguna TikTok, penting untuk menyebutkan:
-
sumber data,
-
jenis pengguna yang dihitung (total, MAU, 18+),
-
tanggal laporan.


0 Comments:
Post a Comment